Teman Baru Jovan-Kezya

Tiga tahun sudah setelah karya perdana saya nge-hits di kalangan ABG. Jumlah oplah terjual setiap semesternya mulai menurun. Namun, pertanyaan akan kelanjutan cerita Kezya dan Jovan kerap masih saya terima beberapa kali.

Terjebak dengan keinginan membuat yang lebih baik lagi malah naskahnya mandek belum terselesaikan. Padahal naskah yang baik adalah yang selesai, bukan? Di tengah “keinginan” membuat sekuel kisah cewek biasa dan artis FTV itu saya malah tergoda untuk bikin sesuatu yang baru. Semua berawal dari pekerjaan baru yang saya tekuni saat itu, yakni di dunia digital yang fokus pada video online YouTube. Hhhmmm, dulu mana pernah saya tau kalau ada YouTuber yang bisa kaya raya lewat postingan vlognya. Mana pernah saya tau ada sepasang vlogger di London yang dijadiin patung lilin YouTuber pertama di Madame Tussauds. Mana pernah saya ngira kalau nontonin daily vlog mereka semengasyikkan itu. Nggak pernah saya mikir untuk nyari cara life’s hack sampe tips tentang relationship dari YouTube. Dan nggak pernah saya tau kalau YouTuber terbanyak subscribernya adalah Pew Die Pie yang postingan videonya beruba video gaming. Kalau nggak berkecimpung di pekerjaan yang baru ini saya nggak mungkin tau kalo ada duo kembar jacksgap yang bikin gemes dan karyanya bagus-bagus. 

   

Berawal dari itu semua saya kepikiran untuk buat satu naskah dengan karakter berlatar dunia video online. Bermodal pengetahuan saya yang masih sedikit tentang YouTube dan juga sekelumit kisah indah harapan saya yang gak bisa saya dapatkan di dunia nyata akhirnya jadilah draft tersebut dalam waktu 2 bulan. Di tengah saya menulis saya belum tahu akan mau kasih naskah itu ke mana. Tapi, ternyata sebelum naskah itu kelar ada satu editor yang tertarik menjemputnya. Prosesnya cepat sungguh cepat dan bulan Februari ini kisah Salma dan Fikar bisa ditemui di seluruh toko buku di Indonesia.

  

Ada harap bahwa Salma dan Fikar bisa sesukses Kezya dan Jovan dulu. Dicintai banyak orang dan tweet mereka bahkan ditunggu banyak followersnya. Namun, setelah vakum lebih tiga tahun pembaca kisah Kezya dan Jovan sudah tumbuh dan mungkin mereka enggan lagi membaca kisah yang serupa. Tapi, masa depan nggak akan ada pernah yang tahu. Seperti yang pernah saya dengar dari salah seorang sahabat bahwa “Kamu nggak akan pernah tahu kapan kamu berhasil.”

Apa yang terjadi sekarang adalah atas kehendak Tuhan. Semoga memang saya berjodoh dengan bulan Februari seperti Kezya dan Jova dulu yang terbit pada bulan yang sama seperti Salma dan Fikar sekarang. Bahkan lebih dari itu, setelah tiga tahun berlalu karya saya ternyata masih bisa dilengkapi oleh desain kover dari desainer yang sama seperti karya pertama saya dulu. Semoga Salma dan Fikar bisa juga bernasib sama dengan Kezya dan Jovan.

  
 Buat kamu semua yang mungkin ingin mencari kisah cinta yang nggak biasa di era digital seperti ini, silakan menuju toko buku dan toko buku online, temukan Press Play! Segera mulai tanggal 9 Februari 2016. 

Advertisements

3 thoughts on “Teman Baru Jovan-Kezya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s